Jumat, 02 Desember 2011

How To Be Productive Person





Setiap hari, roda waktu terus bergerak selama 24 jam, tidak lebih tidak kurang. Bagi sebagian orang, waktu sepanjang itu acap dirasa tidak cukup. Itulah kenapa kerapkali kita melihat lampu-lampu di berbagai gedung perkantoran masih terus terang menyala meski jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.
 

Kita juga sering merasa betapa waktu terasa begitu cepat berlalu. Time flies. Rasanya baru kemarin kita merayakan tahun baru, lho kok sekarang tau-tau sudah mau tahun baru
lagi. Sementara tugas di kampus masih saja terus menumpuk, dan rasanya tak kunjung usai.
 

Dalam konteks itulah barangkali tepat jika kita mencoba berbincang tentang ketrampilan time management. Tak pelak kecakapan kita dalam mengolah waktu bisa sangat menentukan apakah kita akan menjadi a productive person atau tidak. Sebab di zaman sekarang, waktu bukan lagi berarti uang (time is money, begitu dulu orang berucap). Sekarang, time is more valuable than money.
Dalam perbincangan tentang time management, ada satu hal yang amat penting untuk diingat, yakni : tentang how to prioritize our tasks productively. Tak pelak penggunaan dan alokasi waktu menjadi lebih mudah dikelola kalau saja kita tahu tentang prioritas tugas kita dengan pas. Disini kita lalu dikenalkan dengan prinsip prioritas empat kuadran.
 
Kuadran prioritas yang pertama adalah : important and urgent. Inilah deretan tugas yang kita anggap memang PENTING dan sekaligus URGENT. Contohnya : proses penyusunan program kerja tahun 2011 beserta dengan budget-nya. Sekarang sudah bulan Desember, ini artinya tugas itu harus segera selesai (urgent). Dan kita sadar tugas perumusan program planning itu bersifat penting (important) lantaran akan menentukan apakah strategi serta target kinerja kita bisa tercapai atau tidak.
 
Kuadran prioritas yang kedua adalah : important but not urgent. Ada banyak tugas dan pekerjaan yang kita anggap penting bagi organisasi, namun tidak bersifat mendesak. Misalnya saja tugas tentang laporan secara berkelanjutan. Semua tugas ini amat penting; namun dapat dikerjakan secara bertahap – artinya tidak harus segera selesai di bulan ini, atau bahkan minggu ini (urgent).
 
Kuadran yang ketiga adalah ini : urgent but not important. Tugas-tugas yang sebenarnya tidak begitu penting, namun entah kenapa, selalu bersifat urgent. Contohnya banyak : misal tiba-tiba dosen kita minta tugas lama SEKARANG juga. Atau besok lusa akan ada ujian mendadak; dan kita harus SEGERA menyusun presentasi along night. Atau organisasi mendadak mengundang rapat SORE ini karena suatu hal yang sebenarnya tidak banyak berkaitan dengan bidang kita.
Nah sialnya banyak dari kita yang tergelincir pada jebakan kuadran ketiga ini. Dalam keseharian kita di kampus ada begitu banyak “not important tasks” yang menginterupsi kita; lantaran semuanya dianggap urgent. Kita lalu terjebak dalam ketergesa-gesaan yang tak pernah usai; terkesan sangat sibuk; bahkan kalau perlu lembur (kan semuanya urgent); namun jangan-jangan semua pekerjaan itu tak banyak memberikan value bagi kemajuan kita.
Saya melihat banyak organisasi yang terjebak “sindrom urgensi” ini. Sibuk jungkir balik untuk mengerjakan sesuai yang mungkin tidak bersifat fundamental. Waktu kita akan menjadi jauh lebih produktif, kalau saja kita bisa memangkas “tugas-tugas tidak penting yang maunya dianggap urgent ini”.
 
Kuadran prioritas keempat adalah : not important and not urgent. Nah kalau yang ini contohnya lebih banyak. Misalkan saja : ditengah waktu kampus kita justru sibuk chatting via YM dan BBM; atau sibuk nge-tweet; atau sibuk memberi comment pada status teman kita di wall FB; atau sekedar ngobrol di kelas sambil ngegosip. Semuanya asyik, namun semuanya tidak penting dan tidak urgent. Namun karena asyik, kita kadang keenakan melakukan semua sehingga diam-diam banyak waktu produktif kita yang terampas.
Dari paparan empat kuadran prioritas diatas; kita bisa belajar tentang satu hal penting. Renungkan dan pikirkan tugas-tugas apa yang bersifat fundamental dan memberikan value paling banyak bagi kesuksesan kita. Berfokus-lah pada tugas-tugas yang merupakan key factors dalam menentukan pencapaian sasaran kinerja kita; dan kemudian pangkas tugas-tugas yang bersifat sekunder.
Have a great week, my friends. Focus on your fundamental tasks. And be a more productive person !!

Rabu, 30 November 2011

And The Story Goes...


Here am I, berdiri sekarang dengan tujuan yang lumayan jelas..
haha.. maksudnya aku mau cerita mengenai sedikit perjalanan hidup yang rasanya bisa aku bagi ke orang-orang..

masih inget dengan impianku yaitu pengen kuliah di fakultas EKONOMI! ya ekonomi.. kalaupun enggak alternatifnya adalah kuliah di fakultas Hukum, hanya dua itu yang ada dipikiranku selepas aku lulus dari SMA dengan nilai yang aku peroleh gak murni hasil aku sendiri sih, itu ada campur tangan dari pihak yang berwenang dalam membantu wkwkwkwk. ya tapi itulah mimpiku…

selepas SMA, aku udah segera mempersiapkan diri untuk tes masuk perguruan tinggi impianku. ada dua perguruan tinggi yang aku incer : Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung dan tambahan ada satu peluang sekolah yang juga aku incer, yaitu Beasiswa kuliah Bakrie. singkat kata  aku ikut beberapa tes masuk perguruan tinggi. hasilnya?
PMDK ke USU gagal, tes beasiswa cuma lulus sampai tahap 1, tes masuk UI gagal tapi tes masuk UNPAD lulus pada pilihan yang orangtuaku kurang sreg :(

sedih? bingung? marah? beberapa hal yang aku rasain. karena saat itu aku berpikir bahwa, selama ini aku udah berusaha dan berdoa siang dan malam hanya untuk bisa masuk ke perguruan tinggi tersebut, tapi ternyata hasilnya malah nihil.


tapi, segera aku yakin bahwa semua ini sudah Tuhan atur. kesuksesanku, kegagalanku sudah semuanya diatur sedemikian rupa… segera aku berpikir kebelakang, aku inget ada satu formulir PMDK dari Institut Pertanian Bogor yang tak kunjung aku kirim, padahal kalau aku kirim formulir itu, pasti diterima jadi mahasiswa mereka (kan aku baik dan sopan pada masa itu) dulu aku tolak dengan alasan orang tua gak merestui aku kuliah disana. sekarang aku berpikir, kenapa aku dulu ga ngelawan aja ya sama mereka?? tapi lagi-lagi aku tertawa sendiri karena sadar, kesuksesanku itu asalnya dari restu orangtua.. (bener gak?) jadilah sekarang aku kembali ke Medan, dan kuliah disini tepatnya di Universitas Negri Medan.. dan yang bikin aku sampai sekarang kadang ga percaya, aku kuliah di jurusan Biologi..

hahahaha….. aku sendiri kaget, padahal aku udah pernah bilang kalo aku ga pengen kuliah di jurusan mipa. Tapi aku inget juga, dulu aku pernah bilang dalam hati kalaupun harus mipa maka itu biologi.. dan ternyata itu kejadian.



dari cerita aku ini, aku  sadar Tuhan sudah mengatur jalan kesuksesan kita masing-masing, entah darimana jalannya, yang jelas kita harus bisa melihat kesempatan untuk sukses dari jalan yang Tuhan berikan.. karena jika kita bisa memaksimalkan jalan yang telah Dia berikan, maka aku yakin aku  bakal lebih sukses dari gambaran 'kesuksesan' yang selama ini aku pikirkan. Amin


nah, aku cuma pengen berbagi satu hal, “punya imipian dan ambisi itu boleh dan wajib, tetapi kita harus ingat bahwa ketika mimpi itu ga tercapai bukan berarti kita gagal, melainkan Tuhan hanya memilihkan jalan lain untuk kita bisa sukses. ingat! satu impian yang gagal bukan berarti dunia berakhir dan kuliah bukan di perguruan tinggi ternama bukan berarti kita mahasiswa yang tidak bisa mengubah dunia.."



dan aku berharap selama aku  kuliah di Unimed ini, aku bakalan sukses dan bisa tetap ngebanggain kedua orangtuaku.. :)
AKU MAU JADI ORANG BERHASIL!! BUKAN ORANG LULUSAN UNIVERSITAS ‘X’ YANG BERHASIL

sampel orang-orang berhasil








Dan gambar di atas adalah 33 dari 6.840.507.000 jumlah penduduk dunia yang akan berhasil nantinya. Amin....
We wanna be.....

-peace out!-

Kamis, 17 November 2011

Gawaat!!!

Kenapa ini?! huee.. kenapa blogku ga bisa diliat dari hape.. T.T Huee.. duh gimana neh?! ada yang tau kenapa?? T.T