Ya... Memangnya aku siapa? Yang setiap hari menunggu kabar darimu.. Yang setiap hari berharap agar kamu selalu hubungi aku. Yang setiap hari menunggu tak pernah henti agar alat komunikasi ini berdering sebagai tanda kabar dari mu datang. Ya memangnya aku siapa?
Ya....Memangnya aku siapa? Terkadang lancang memikirkanmu, memikirkanmu sedang apa, bersama siapa dan berada dimana. Memangnya aku siapa? Aku yang sangat teramat lancang beraninya merindukanmu. Memangnya aku siapa?
Seperti biasa aku selalu bertanya "memangnya aku siapa?". Aku yang awalnya menyukaimu beranjak mulai tumbuh rasa sayang padamu. Halah ini tidak boleh terjadi, memangnya aku siapa? Aku yang apabila tidak dicegah mungkin akan bisa mencintaimu, memangnya aku siapa? Berhak kah aku bisa cinta pada lelaki seperti mu, memangnya aku siapa?
Memangnya aku siapa? Yang terkadang cemburu bila dapat kabar darimu bahwa kamu sedang bersama perempuan masa lalumu. Bolehkah aku iri bila ternyata kalian masih sangat dekat? Bolehkah aku iri bila ternyata kamu masih menyayangi dia? Bolehkah aku iri bila perhatianmu lebih besar kepadanya daripada ke aku? Lah... Memangnya aku siapa?
Aku tak punya keberanian, bila bertemu denganmu, mengucap namamu saja aku tak sanggup. Pesona mu menjatuhkan ku bahkan seakan tulang tubuh ini seketika retak dan tak sanggup menopang tubuh ini agar berdiri tegak. Bolehkah aku berharap sekedar mendengar suaramu berucap "hai" kepadaku? Atau setidaknya ku dengar suaramu menyerukan namaku, boleh kah aku berharap itu? Memangnya aku siapa?
Ketika egomu memuncak, ketika moodmu berada dalam taraf tidak baik, dan ketika kau bersikap semau mau mu, tapi aku masih bisa bersabar, masih bisa menyeimbangkanmu, dan masih bisa bersikap tenang, haruskah aku bersikap seperti itu semua, haruskah? Memangnya aku siapa?
Tak tau harus berbuat apa saat bertemu, tak tau harus bersikap bagaimana saat berjumpa, dan tak tau harus berbicara apa untuk memulai percakapan denganmu, karna aku tau memangnya aku siapa?
Setidaknya cukup bagiku menikmati suaramu saat kita berada dalam posisi dekat, cukup bagiku memanjakan mataku untuk melihat senyummu saat kita dekat dan cukup menyenangkan hatiku untuk sesekali curi pandang melihatmu saat kita dekat. Aku sadar tak seharusnya aku lakukan itu semua karna memangnya aku siapa?
MEMANGNYA AKU SIAPA?
Aku....
Mengagumimu karna jarak
Memikirkanmu karna perbedaan
Menunggumu karna sabar
Merindukanmu meski ku tau itu tak harus ku lakukan
Memperhatikanmu agar sempurnanya dirimu
Menginginkanmu meski tak sepenuhnya
Mengharapkanmu meski ku tau itu sulit
Menyanyangimu karna apa adanya kamu
Mendoakanmu karna itu bagian peduliku
Dan mencintaimu karna hanya aku dan Tuhanku yang tau.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar